Majalah dan Buletin Gizi · nutrition

FOOD COMBINING : Pola Makanan Terkombinasi Untuk Detoksifikasi dan Melangsingkan Tubuh

Sudah pernah mendengar mengenai food combining? Pastinya food combining sudah tidak asing di telinga kita kan. Mungkin kita sering mendengar food combining, namun masih banyak yang tidak paham dengan diet food combining. Nah, agar kita tidak ketinggalan zaman, yuk kita kenalan lebih lanjut dengan diet food combining.

Di Indonesia, food combining sudah menjadi salah satu tren gaya hidup yang diminati oleh banyak orang. Anggapan bahwa food combining dapat membuat tubuh menjadi sehat dan terhindar dari penyakit membuat food combining mempunyai daya tarik sendiri bagi masyarakat. Diet food combining memang baru dikenal di telinga masyarakat Indonesia beberapa tahun yang lalu dan menjadi salah satu jenis diet yang cukup marak dilakukan. Nyatanya food combining sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu loh. Pola makan ini sudah dilakukan sekitar 2000 tahun lalu oleh orang-orang Essensi (hidup di Palestina) dan pada abad 100 SM di India. Lalu pola makan dikenal dengan nama food combining yang diperkenalkan oleh Dr. Wiliam Howard Hay, dokter dari Amerika Serikat.

Pengertian food combining

Sebenarnya apa sih itu food combining? Nah, food combining adalah pola makan aman dan alami yang mengutamakan makanan segar dengan tujuan menjaga keseimbangan alamiah tubuh dan kemampuan fungsi pencernaan. Prinsip food combining adalah mengombinasikan makanan dengan memperhatikan jenis kelompok makanan yang akan dikonsumsi, sifat asam dan basa makanan, dan memperhitungkan siklus pencernaan tubuh. Dalam melakukan diet ini kita harus memperhatikan jenis makanan apa saja yang akan kita konsumsi, apakah dari makanan penghasil asam, basa, ataukah netral, lalu kita juga harus menyelaraskannya dengan kapan waktu yang tepat sesuai waktu cerna. Kombinasi makanan yang dikonsumsi menekankan pada kombinasi yang membuat pH tubuh selalu seimbang. Diet ini bertujuan untuk mengurangi timbunan lemak dan mendetoksifikasi tubuh serta mencegah gangguan pencernaan.

Cara melakukan food combining

Food combining dapat dilakukan dengan baik jika memperhatikan beberapa prinsip yang harus ditaati, yaitu memperhatikan golongan sifat kelompok makanan dan waktu konsumsi makanan. Sebelum kita membahas mengenai cara melakukan food combining, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu bagaimanakah irama kerja sistem pencernaan dan bagaimana penggolongan makanan dalam diet ini.

Irama kerja sistem pencernaan manusia bekerja selama 24 jam setiap hari secara sistemasis. Siklus kerja sistem pencernaan dibagi menjadi tiga fase, yaitu : fase pencernaan, fase penyerapan makanan, dan fase pembuangan makanan. Fase pencernaan berlangsung dari pukul 12.00-20.00, saat ini merupakan waktu yang cocok untuk mengonsumsi makanan padat. Fase penyerapan makanan berlangsung dari pukul 20.00-04.00, di fase ini tubuh sudah siap untuk beristirahat sehingga sistem cerna melakukan penyerapan makanan. Dan terakhir, fase pembuangan berlangsung dari pukul 04.00-12.00. Di fase ini energi tubuh digunakan untuk melakukan pengosongan sisa-sisa makanan dalam usus besar.

Food combining membagi makanan menjadi beberapa kelompok. Kelompok ini meliputi kelompok buah (buah asam, buah sedikit asam, dan buah manis), cairan (jus, air minum), protein nabati berminyak (kacang-kacangan, alpukat), makanan fermentasi, makanan berserat tinggi, makanan berserat rendah, dan sayuran hijau. Masing-masing kelompok memiliki aturan sendiri makanan mana yang boleh dikombinasi bersama-sama. Misalnya : cairan dan buah semangka tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Untuk lebih jelas mengenai pembagian kelompok makanan kita bisa melihatnya dalam gambar di bawah ini. Setiap lingkaran kelompok makanan yang saling bersinggungan boleh dikonsumsi bersamaan, sebaliknya untuk lingkaran makanan yang tidak bersinggungan harus dikonsumsi secara terpisah.

Tips Food Combining

  • Mulailah hari dengan minuman segelas air hangat perasan lemon atau jeruk nipis setelah bangun tidur
  • Buah harus dikonsumsi secara eksklusif. Makanlah buah dalam kondisi perut kosong
  • Biah dikonsumsi satu jam sebelum makan pagi, siang atau malam. Bisa juga sebagai kudapan sore
  • Jangan mencampur karbohidrat dengan protein hewni
  • Makanlah protein hewani dengan banyak sayuran, khususnya sayuran segar/mentah
  • Makanlah karbohidrat dengan sayur dan protein nabati
  • Perbanyak porsi sayur setiap kali makan, khususnya sayur segar
  • Makan dalam kondisi duduk tenang dan jangan terburu-buru, kunyah makanan dengan baik 50-60 kali

Sumber :

Gunawan, A. 1999. Food Combining Kombinasi Makanan Serasi Pola Makan untuk Langsing dan Sehat. Jakarta : Gramedia

Marsden, K. 2000. The Complete Book of Food Combining. London : Hachette.

Yuliandari, W. 2015. Food Combining: Pola Makan Sehat, Enak, & Mudah. Jakarta : Kawan Pustaka

Artikel ini diterbitkan pada tahun 2015 oleh Majalah Anak Gizi (MAGI)

Asosiasi Keluarga Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Download majalah : http://akg.fkm.ui.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/MAGI-edisi-4-size-kecil-1.pdf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s