healthy lifestyle · Majalah dan Buletin Gizi · nutrition

Sarapan dan Hubungannya dengan Konsentrasi Belajar

Sarapan merupakan kata yang tidak asing bagi kita bukan? Kadangkala sebagai seorang mahasiswa, kita jarang melakukan rutinitas satu ini. Mahasiswa jika ditanya alasan tidak sarapan rata-rata menjawab karena bangun kesiangan sehingga tidak sempat membeli sarapan. Banyak orang menganggap kebiasaan tidak sarapan ini sebagai hal yang remeh, namun apakah benar meninggalkan sarapan ini tidak memberikan efek bagi tubuh?

Tubuh kita memerlukan asupan energi dari bahan makanan yang kita konsumsi. Asupan energi yang pertamakali diterima oleh tubuh sebelum memulai aktivitas berasal dari sarapan. Pada saat tidur, kura­ng lebih selama 8 jam tubuh tidak mendapat asupan energi sama sekali, padahal metabolisme tubuh selalu bekerja 24 jam. Akibatnya kadar gula dalam darah semakin berkurang sehingga dibutuhkan asupan energi yang baru. Energi ini dapat dipenuhi saat sarapan. Sarapan menjadi waktu ‘pengisiian baterai’ bagi tubuh untuk dapat melakukan aktivitas selama sehari penuh. Setidaknya 30% total energi harus dipenuhi saat makan pagi.

Apa itu sarapan?

Sarapan menurut Hardiansyah (Pergizi,2013) adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi 15-30% kebutuhan gizi harian sebagai bagian gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, bugar, aktif, dan cerdas. Yang disebut sebagai sarapan tidak hanyak minum air/kopi/teh, atau hanya makan sepotong roti kecil, makan jam 10 pagi saat jam istirahat, tetapi sarapan merupakan kegiatan makan dan minum sesuai dengan takaran yang cukup. Pola konsumsi saraoan yang baik memenuhi kriteria gizi seimbang, terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah dan minuman.

Fakta tentang Sarapan

Berikut ini beberapa fakta sarapan yang dikutip dari promosi kesehatan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia.

  1. Sarapan dapat memenuhi zat gizi tubuh

Sarapan dapat menambah zat gizi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Sarapan yang baik terdiri sumber zat tenaga, zat pengatur dan zat pelindung.

  1. Sarapan dapat meningkatkan kinerja otak

Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales menyebutkan pelajar yang mengkonsumsi sarapan pagi mendapatkan skor 22% lebih tinggi dibandingkan temannya. Sarapan dapat menambah kadar glukosa yang merupakan sumber bahan bakar bagi otak.

  1. Sarapan dapat menurunkan berat badan

Menurut ahli gizi penulis buku The F-Factor Diet, Tanya Zuckerbrot, R.D., sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh. Hal ini disebabkan metabolisme tubuh bekerja lebih efisien setelah mendapatkan energi. Namun, pemilahan jenis makanan yang salah kadangkala membuat tubuh menjadi lapar kembali. Oleh sebab itu, sebaiknya konsumsi makanan berserat tinggi yang lambat diserap seperti oatmeal atau gandum.

  1. Sarapan sebagai pelindung dari penyakit jantung

Hasil penelitian Harvard Nurses Health bahwa konsumsi serat tinggi dapat menurunkan resiko penyakit jantung mencapai 50%.

Sarapan dan Prestasi Belajar Mahasiswa

Mahasiswa mempunyai segudang aktivitas yang harus dilakukan setiap hari. Salah satu aktivitas yang dilakukan mahasiswa adalah belajar. Agar mencapai hasil belajar yang maksimal diperlukan konsentrasi optimal. Faktor yang mendukung terciptanya konsentrasi belajar yang optimal, dengan mengawali hari dengan sarapan.

Hasil penelitian membuktikan bahwa ada keterkaitan antara sarapan dengan konsentrasi. Dari 58 orang dijumpai dua puluh orang terbiasa sarapan. Mereka memiliki kemampuan konsentrasi belajar yang baik. Dua puluh hanya sarapan 1-3 kali dalam seminggu. Mereka juga memiliki kemampuan belajar baik. Dan sisanya delapan belas orang tidak terbiasa sarapan, memiliki konsentrasi belajar yang kurang baik. Hal ini diakibatkan, orang yang tidak terbiasa sarapan dirinya akan menjadi tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar sebab adanya rasa lapar. Selain itu, pengaruh tidak melakukan sarapan dapat menyebabkan terserapnya informasi baru menjadi terhambat karena sulit untuk berkonsentrasi.

Konsentrasi pada saat belajar sangatlah dibutuhkan kita sebagai seorang mahasiswa. Kita perlu berkonsentrasi untuk dapat hadir dalam kelas kuliah sehingga dapat memperoleh informasi baru dengan mudah. Selain konsentrasi juga ada faktor lain yang dapat mendorong kita untuk dapat berprestasi, yaitu dorongan semangat. Saat kita tidak sarapan menyebabkan mood kita turun, tidak ada semangat untuk kuliah karena merasa lapar. Kita masuk ke dalam kelas dalam kondisi lesu, tidak ada semangat untuk mendengarkan dosen, bertanya, diskusi, ataupun mengerjakan tugas. Pelajaran yang seharusnya bisa ditangkap dengan mudah tidak dapat diproses karena konsentrasi menurun.  Sebaliknya saat kita sudah sarapan otomatis tubuh kita telah mendapatkan energi baru dan kita akan lebih bersemangat dalam memulai kuliah.

Kebiasaan tidak sarapan bisa menjadi satu penyebab diri kita menjadi sulit untuk meraih prestasi di kampus. Semua mahasiswa tentunya tidak ingin hal ini terjadi kan? Maka dari itu mulai sekarang, perbaiki pola sarapan kita. Jika ada yang masih belum dapat membiasakan sarapan, mulailah dari sekarang. Bagi yang sudah terbiasa tetap pertahankan pola makan tersebut dan selalu perhatikan keseimbangan gizi dalam sarapan. Awal perubahan baik di mulai dari diri kita 🙂

Referensi :

Hardiansyah. 2013. Sarapan Sehat Salah Satu Pilar Gizi Seimbang.  [online] Available at: http://pergizi.org/images/stories/downloads/materi_PESAN/materi3.pdf [Accessed: 24 Mar 2014]

Lestari, D. 2009N. Hubungan antara Makan Pagi dengan Kemampuan Konsentrasi Belajar Anak Sekolah Dasar. Jurnal Saintika Medika, 5 (11), Available at: http://ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed/article/viewFile/1001/1111_umm_scientific_journal.pdf [Accessed: 12 Mar 2014].

Promkes.depkes.go.id. n.d. Sudahkah Kamu Sarapan Hari Ini ?. [online] Available at: http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/61-sudahkah-kamu-sarapan-hari-ini [Accessed: 13 Mar 2014].

Artikel ini diterbitkan pada tahun 2014 oleh Buletin Anak Gizi (BAGI) edisi Sarapan

Asosiasi Keluarga Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Download buletin : http://akg.fkm.ui.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/BAGI-2014-1.pdf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s