refleksi diri

Kalau…

Muhasabah diri :”)

Fildzah's Confession

Kalau langit bisa berucap, tak akan ada rahasia di bumi. Ia akan mengisahkan segala yang terjadi, terus menerus. Manusia tak akan punya waktu untuk tidak tahu. Luasnya langit menggambarkan bagaimana keagungan penciptanya.

Kalau hujan bisa tertawa, maka makna konotasi tentangnya akan berubah. Ia selalu diidentikkan dengan suasana sedih dan sendu. Tidak kah kamu pernah berpikir, bagaimana jika hujan itu adalah simbol kebahagiaan? Bukankah kehadirannya adalah sebuah rahmat dan kebangkitan dari bumi yang kering?

Kalau bunga bisa tersenyum, maka seluruh dunia pun bahagia. Ia yang indah meski tak memiliki bibir untuk tersenyum akan selalu menebarkan cinta dan kehangatan. Menjadi sejumput keindahan surga yang bisa dinikmati dunia. Keindahannya begitu dicintai setiap makhluk, begitu juga bagi Zat yang Menyukai Keindahan.

Tapi itu semua hanya kalau. Semuanya yang diciptakan saat itu telah bekerja pada takarannya. Tidak berlebih tidak pula kurang. Meski terkadang manusia yang sering banyak mencela dan mengeluh ini kurang bersyukur. Padahal nikmatnya…

View original post 254 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s