refleksi diri

Kalau…

Originally posted on Fildzah's Confession:
Kalau langit bisa berucap, tak akan ada rahasia di bumi. Ia akan mengisahkan segala yang terjadi, terus menerus. Manusia tak akan punya waktu untuk tidak tahu. Luasnya langit menggambarkan bagaimana keagungan penciptanya. Kalau hujan bisa tertawa, maka makna konotasi tentangnya akan berubah. Ia selalu diidentikkan dengan suasana sedih dan…

Islam · refleksi diri

Angan-angan

Pengingat bagi kita jiwa yang hidup di dunia ini Suatu Saat Nanti, Giliran Kita Mungkin Yang Berangan-angan, Wal iyadzubillah. Angan-angan mereka yang telah mati ialah kembali ke dunia meski sejenak untuk menjadi orang shalih. Mereka ingin taat kepada Allah, dan memperbaiki segala kerusakan yang dahulu mereka perbuat. Mereka ingin berdzikir kepada Allah, bertasbih, atau bertahlil… Continue reading Angan-angan

ceritadikit · refleksi diri

Cerita Tentang Lampu

Ah, aku jadi inget ada cerita konyol h-1 seminar proposal (semprop) tanggal 3 April 2017, yaps saat semprop part 1 (kenapa aku sebut seperti itu, nanti akan kuceritakan dipostingan lain). Selain mempersiapkan diri untuk presentasi, seharian itu aku juga berkutat dengan yang namanya LAMPU. Literally, lampu, iya, penghasil cahaya itu. Ceritanya pada pagi hari lampu… Continue reading Cerita Tentang Lampu

Islam · refleksi diri

Bersahabat dengan Para Shalihah

Bismillah… Mungkin ini bisa menjadi renungan bagi kita semua 🙂 Kata Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Sebab utama untuk meraih ilmu yang bermanfaat adalah bertakwa pada Allah, dengan mentaati-Nya dan meninggalkan berbagai maksiat. Juga hendaklah ia ikhlas, banyak bertaubat serta banyak memohon pertolongan dan taufik Allah. Kemudian hendaklah ia banyak perhatian pada pelajaran dan banyak… Continue reading Bersahabat dengan Para Shalihah

refleksi diri

Merenung

Dua hari terakhir ini bisa dibilang energiku hampir terkuras habis. Batin lebih tepatnya. Secara fisik, Alhamdulillah, Allah menganugerahiku kesehatan fisik yang sempurna. Disisi lain, jiwaku sedang diuji. Puncaknya hari Jumat kemarin, sudah melampaui garis batas emosi. Campur aduk rasanya. Gak berhenti-berhenti. Di pikiranku sebenarnya satu,  bagaimana caranya agar bisa kembali normal? Bisa dibilang momen seperti… Continue reading Merenung